MENGABDI & NYANTRI: MAHASISWA KKM KELOMPOK 22 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG, BERSILAHTURAHMI MENGUNJUNGI KE TEMPAT KB-TK & PONDOK PESANTREN MASJID AGUNG JAMI' MALANG

Malang, Jumat, 02 Januari 2026 Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, . Bersilahturahmi mengunjungi ke tempat KB-TK dan pengasuh Pondok Pesantren Masjid Agung Jami' Klojen Malang.


Bersama Ustad Fahmi dan Ustad Ikhsan, selaku pengasuh 
Pondok Pesantren Masjid Agung Jami' 

  Di tengah hiruk-pikuk pengabdian masyarakat, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 22. Menyadari bahwa sebuah langkah pengabdian tidak akan bermakna tanpa restu dari mereka yang menjadi pilar ilmu dan spiritualitas. Pada hari itu, langkah kaki para mahasiswa tidak tertuju pada program kerja fisik, melainkan pada sebuah perjalanan pulang yang sarat akan makna: mengunjungi guru-guru TK serta pengasuh Pondok Pesantren Masjid Jami' Malang.

        Langkah kemudian berlanjut menuju kawasan Masjid Agung Jami' Malang, sebuah ikon spiritual yang kokoh berdiri di pusat kota. Di sanalah, Kelompok 22 berkesempatan sowan dan bersilaturahmi ke kediaman Pengasuh Pondok Pesantren yang terafiliasi dengan Masjid Agung Jami' Malang.

     Suasana seketika berubah menjadi khidmat. Duduk bersimpuh di hadapan Sang Kyai, para mahasiswa seolah diingatkan kembali tentang hakikat ilmu. "Jika guru TK memberikan bekal untuk dunia, maka pengasuh pesantren memberikan lentera untuk jiwa." Dalam pertemuan tersebut, pengasuh pondok memberikan wejangan bahwa mahasiswa KKM harus memiliki tiga hal dalam pengabdian: Adab, Ilmu, dan Manfaat.

        "Jangan hanya membawa kecerdasan intelektual ke desa, tapi bawalah akhlak yang mulia," pesan beliau. Doa yang dipanjatkan oleh pengasuh pondok di akhir pertemuan seolah menjadi penyejuk bagi semangat para mahasiswa yang mungkin mulai jenuh dengan tumpukan program kerja.


        Silaturahmi ini menjadi momen refleksi bagi para mahasiswa KKM, melihat kesabaran para guru TK mengajar anak-anak. Menyadarkan mereka bahwa sebelum sampai di bangku perkuliahan, ada tangan-tangan lembut yang pertama kali mengajarkan cara memegang pena. Dialog mengalir penuh kehangatan; "para mahasiswa tidak hanya datang sebagai tamu, tetapi sebagai anak yang memohon doa agar pengabdian mereka selama KKM ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat," layaknya ketulusan guru TK dalam mendidik muridnya.

        Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial bagi Mahasiswa KKM, ini adalah upaya untuk menyatukan dua sisi kehidupan: "pendidikan dasar yang membentuk karakter dan pendidikan pesantren yang menjaga moralitas." Dengan mengunjungi guru TK dan pengasuh pondok di sekitar Masjid Agung Jami' Malang, Mahasiswa KKM ingin menegaskan bahwa pengabdian mereka berakar pada nilai-nilai kearifan lokal yang kuat.

        Perjalanan hari itu ditutup dengan hati yang penuh. Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, tidak membawa pulang tumpukan dokumen, melainkan membawa bekal yang jauh lebih berharga: restu dan doa. Bagi mereka, silaturahmi ini adalah suntikan energi untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Malang, "dengan semangat yang tetap rendah hati dan jiwa yang selalu haus akan bimbingan para guru."





Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGABDI & BERKONTRIBUSI: MAHASISWA KKM KELOMPOK 22 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG, RESMI DITERIMA DI MASJID AGUNG JAMI' MALANG

MENGABDI DAN BERSINEGRI: MAHASISWA KKM KELOMPOK 22 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG, HARI PERTAMA MASUK DI KB-TK MASJID AGUNG JAMI' MALANG

CAHAYA PERJALANAN AGUNG: PERINGATAN ISRA MI'RAJ BERSAMA MAHASISWA KKM KELOMPOK 22 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG, DI MADRASAH DINIYAH MASJID AGUNG JAMI' MALANG