MENGENTUK PINTU LANGIT: MAHASISWA KKM KELOMPOK 22 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG, PERTAMA KALI MELANGKAH MASUK KE YAYASAN YATIM PIATU ABU AL-YATAMA
Malang, Minggu 11 Januari 2026 Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, mengunjugi yayasan Abu Al-Yatama di Masjid Agung Jami’ Malang
Ada sebuah getaran yang berbeda saat kaki melangkah melintasi gerbang Abu Al Yatama. Sore itu, mahasiswa KKM Kelompok 22 datang bukan dengan membawa tumpukan materi, melainkan membawa hati yang terbuka lebar. Kunjungan perdana ini bukanlah sekadar urusan administratif pengabdian, melainkan sebuah pertemuan jiwa dengan anak-anak tangguh yang dipilih Tuhan untuk tumbuh dalam kemandirian.
Saat pertama kali memasuki ruangan, para mahasiswa disambut oleh sorot mata yang jernih-tatapan anak-anak yang penuh dengan rasa ingin tahu sekaligus harapan. Suasana yang tadinya sedikit sunyi seketika berubah saat satu per satu tangan mungil mereka terulur untuk menjabat dan mencium tangan para mahasiswa. Di sinilah ego mahasiswa seolah luruh; "mereka sadar bahwa di hadapan anak-anak Abu Al Yatama, mereka bukan hanya "kakak mahasiswa", tetapi figur pengganti keluarga yang membawa keceriaan."
Sesi perkenalan dimulai dengan cara yang sederhana: berdiri bersama di atas karpet, bercerita, dan sesekali diselingi candaan ringan. Mahasiswa KKM Kelompok 22 berusaha mencairkan suasana dengan menanyakan nama, cita-cita, hingga hobi mereka. Tidak butuh waktu lama bagi anak-anak di Abu Al Yatama untuk merasa nyaman. Tak lama kemudian, riuh rendah tawa pecah saat para mahasiswa mengajak mereka bermain ice breaking singkat.
Pertemuan pertama ini menjadi fondasi penting bagi program kerja ke depan. Mahasiswa tidak hanya ingin menjadi tamu yang datang dan pergi, tetapi ingin menjadi bagian dari proses bertumbuhnya anak-anak di Abu Al Yatama. Mereka mulai memetakan kebutuhan, mendengarkan apa yang diinginkan adik-adik di sana, dan yang terpenting: hadir secara utuh bagi mereka.
Dari kunjungan perdana ini, para Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, justru merasa merekalah yang paling banyak mendapatkan pelajaran. di Abu Al Yatama, mereka belajar tentang arti syukur yang sesungguhnya. Mereka melihat bagaimana keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk belajar, dan bagaimana kebersamaan dalam sebuah "keluarga baru" bisa menjadi obat bagi kesedihan.
Pengelola Abu Al Yatama pun menyambut kehadiran mahasiswa dengan tangan terbuka, berharap sinergi ini dapat memberikan motivasi baru bagi anak-anak untuk mengejar pendidikan setinggi-tingginya. Kehadiran mahasiswa KKM diharapkan menjadi bukti nyata bagi anak-anak yatim di sana bahwa mereka tidak sendirian, dan dunia luar peduli pada masa depan mereka.
Satu kalimat yang bisa membuka sudut pandang kita:
"Terkadang kita terlalu sibuk mengeluh, hingga lupa bahwa ada anak-anak yang tetap tersenyum meski dunia tak selalu berpihak pada mereka. Hari pertama yang luar biasa di Abu Al Yatama."





Komentar
Posting Komentar