MENGETUK PINTU ILMU: LANGKAH AWAL MAHASISWA KKM KELOMPOK 22 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG, DI MADRASAH DINIYAH MASJID AGUNG JAMI' MALANG

Malang, Senin 05 Januari 2026 Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Hari Pertama masuk Madrasah Diniyah Masjid Agung Jami' Malang, Pertemuan ini sebagai bentuk kami dalam mengabdi dan berkontribusi langsung ke dalam lingkup Masjid Agung Jami' Malang. 

    Bertempat di Masjid Agung Jami’ Malang. Di bawah naungan menara yang bersejarah itu, para mahasiswa Kelompok 22 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) melangkah dengan penuh takzim. Tujuan mereka bukan lagi ruang kelas umum, melainkan sebuah lorong waktu yang menjaga warisan para ulama: Madrasah Diniyah (Madin) Masjid Agung Jami’ Malang.

        Bagi mahasiswa Kelompok 22, kunjungan perdana untuk perkenalan di Madrasah Diniyah ini terasa sangat berbeda. Ada aura ketenangan yang merayap di hati saat mendengar suara riuh rendah santri yang sedang mendaras kitab atau melantunkan bait-bait nazam secara bersamaan. Di sini, ilmu tidak hanya dipelajari, tapi dijunjung tinggi dengan adab yang utama.


        Kedatangan mahasiswa KKM disambut hangat oleh para Asatidz (dewan guru). Pertemuan ini tidak dimulai dengan presentasi program yang formal, melainkan dengan duduk bersama, saling bertukar salam, dan menunjukkan sikap santun sebagai bentuk penghormatan mahasiswa kepada institusi yang menjadi benteng moralitas di jantung Kota Malang tersebut.

        Saat sesi perkenalan di hadapan para santri dimulai, suasana khidmat namun cair terasa begitu kental. Mahasiswa Kelompok 22 tidak datang dengan kesan sebagai "pakar" dari perguruan tinggi, melainkan sebagai "kakak" sekaligus sesama pembelajar. Mereka memperkenalkan diri di tengah sela-sela waktu mengaji, menjelaskan niat tulus untuk mendampingi dan belajar bersama selama masa pengabdian KKM.



        Melihat sorot mata para santri yang tajam penuh semangat dan kitab-kitab yang terbuka di meja kecil mereka, para mahasiswa merasa terlempar kembali pada hakikat belajar yang sesungguhnya. "Bahwa kuliah bukan sekadar mengejar gelar, tapi bagaimana ilmu itu bisa barokah dan bermanfaat" sebagaimana filosofi yang dipegang teguh oleh Madrasah Diniyah Masjid Agung Jami' Malang.

        Dalam perkenalan perdana ini, Mahasiswa KKM Kelompok 22 juga berdiskusi singkat dengan pengelola Madin. Fokusnya jelas: bagaimana mahasiswa bisa berkontribusi tanpa mengganggu kurikulum agama yang sudah mapan. Ada keinginan kuat untuk membantu memperkuat sisi literasi atau membantu administratif, sembari mahasiswa sendiri menyerap ilmu agama langsung dari sumbernya.

        Interaksi pertama ini menjadi jembatan penghubung antara dunia akademis kampus yang modern dengan dunia pesantren/madrasah yang tradisional namun tetap relevan. Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, menyadari bahwa kehadiran mereka di Madin Masjid Agung Jami' Malang bukan hanya untuk memberi, tapi justru untuk "mengisi kembali" kekosongan spiritual mereka sendiri.









Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGABDI & BERKONTRIBUSI: MAHASISWA KKM KELOMPOK 22 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG, RESMI DITERIMA DI MASJID AGUNG JAMI' MALANG

MENGABDI DAN BERSINEGRI: MAHASISWA KKM KELOMPOK 22 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG, HARI PERTAMA MASUK DI KB-TK MASJID AGUNG JAMI' MALANG

CAHAYA PERJALANAN AGUNG: PERINGATAN ISRA MI'RAJ BERSAMA MAHASISWA KKM KELOMPOK 22 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG, DI MADRASAH DINIYAH MASJID AGUNG JAMI' MALANG