MENGUDARA DALAM DAKWAH: PENGALAMAN BERKESAN MAHASISWA KKM KELOMPOK 22 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG, DI RADIO MADINAH FM MASJID AGUNG JAMI' MALANG

Malang, Sabtu 10 Januari 2026 Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Di sudut kompleks Masjid Agung Jami’ Malang yang bersejarah, terdapat sebuah ruang kecil yang menjadi corong kebaikan bagi masyarakat Malang Raya, yakni Radio Madinah FM Masjid Agung Jami' Malang.


            Ruang itu adalah studio Radio Madinah FM, tempat di mana suara-suara kedamaian dipancarluaskan. Hari ini, suasana studio terasa sedikit berbeda dari biasanya. Ada energi muda yang memenuhi ruangan; mereka adalah mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, yang berkesempatan untuk mengudara, menyapa pendengar dalam sebuah sesi siaran khusus.

        Bagi para mahasiswa, masuk ke ruang siaran Radio Madinah FM adalah sebuah tantangan baru yang memacu adrenalin. Duduk di depan mikrofon, mengenakan headset, dan berhadapan dengan meja operator siaran memberikan sensasi tanggung jawab yang besar. Ini bukan sekadar bicara, tapi bagaimana menyampaikan pesan pengabdian dan nilai-nilai positif melalui gelombang udara ke ribuan telinga pendengar setia.

            Saat lampu tanda "On Air" menyala merah, percakapan pun dimulai. Dengan nada bicara yang ramah dan tertata, perwakilan mahasiswa KKM Kelompok 22 mulai memperkenalkan diri. Mereka berbagi cerita mengenai program kerja KKM yang sedang dijalankan, visi mereka untuk masyarakat, hingga kesan mendalam mereka selama tinggal dan mengabdi di lingkungan Masjid Agung Jami' Malang.

        Siaran di Radio Madinah FM menjadi sarana komunikasi publik yang sangat efektif bagi Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Di sela-sela pemutaran nasyid dan informasi religi, para mahasiswa menyelipkan pesan-pesan edukatif-mulai dari pentingnya pendidikan karakter bagi anak-anak, hingga ajakan untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari iman.

Pak Armand selaku menghandel segala aktivitas RADIO FM

Ibu Rosania selaku kordinator penyiaran podcast RADIO FM

            Interaksi yang terjadi terasa begitu hangat. Radio Madinah FM, yang dikenal dengan audiensnya yang santun dan religius, menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk lebih dekat dengan warga Malang secara luas, melampaui batas-batas fisik lokasi KKM mereka. Melalui siaran ini, Kelompok 22 ingin menunjukkan "bahwa mahasiswa masa kini tidak hanya pandai berteori di kelas, tetapi juga mampu menjadi komunikator yang membawa kesejukan bagi umat."


Kedatangan tamu dari kelompok 02
KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

        Sesi siaran berakhir dengan sebuah penutup yang menyentuh, berisi harapan agar kehadiran Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang,  selama masa KKM dapat meninggalkan jejak manfaat yang abadi. Meski durasi siaran terbatas oleh waktu, gema pesan yang disampaikan diharapkan tetap tinggal di hati para pendengar.

            Bagi mahasiswa KKM Kelompok 22, pengalaman di Radio Madinah FM bukan sekadar "siaran radio biasa". Ini adalah tentang belajar mengolah kata menjadi makna, dan mengubah suara menjadi doa. Dari lantai atas Masjid Agung Jami’, mereka telah belajar bahwa kebaikan harus terus disuarakan, agar dunia tetap dipenuhi dengan nada-nada kedamaian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGABDI & BERKONTRIBUSI: MAHASISWA KKM KELOMPOK 22 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG, RESMI DITERIMA DI MASJID AGUNG JAMI' MALANG

MENGABDI DAN BERSINEGRI: MAHASISWA KKM KELOMPOK 22 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG, HARI PERTAMA MASUK DI KB-TK MASJID AGUNG JAMI' MALANG

CAHAYA PERJALANAN AGUNG: PERINGATAN ISRA MI'RAJ BERSAMA MAHASISWA KKM KELOMPOK 22 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG, DI MADRASAH DINIYAH MASJID AGUNG JAMI' MALANG